Di tepi taman
Mawar putih terlihat merekah kemarin malam
Hari ini ia menggugurkan kelopaknya
Satu demi satu
Sampai habis sama sekali
Bukan lagi mawar
Tanpa nama
Ia mengaku hanya seonggok batang berduri
Yang bisa menyakiti tangan siapa saja
Yang mencoba memetiknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar