Malam menghela napas seraya bulan mendendangkan sepi
"Kemana gerangan para bintang?" Awan murung kehilangan sirnanya
Lambat laun langit menitikkan tetes gulananya, mencari bintang yang tak kunjung pulang
Angin bersaksi pada malam,
"Bintang-bintang sedang menjadi titik rindu di ujung mata perempuan yang sedang memohon cinta-Nya"
16 Maret 2021, 23.46 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar