Aku tidak pernah ingat
Kapan pertama kali aku mekar
Kupu-kupu berbisik padaku,
"Dia yang memperjuangkanmu" ia menunjuk sosok cahaya di atasku
Sinarnya tak pernah berhenti mewarnaiku
Menjadikan aku primadona di antara bunga-bunga
Sampai suatu senja, jingga menyapaku tergesa-gesa
Ternyata langit membawa kelam dan hitam
Barisan bintang hadir dipimpin sang bulan
Matahari telah pergi tanpa kata pamit
Lambat laun kelopakku layu ditempa hampa
Gelap malam perlahan menghapus warnaku
Aku tersedu-sedu memecah sunyi, "Aku rindu matahari"
Langit mendengar tangisku
Disingsingkannya awan, kemudian turun rintik hujan
Airnya menyerap ke seluruhku, menyuratkan sebuah pesan,
"Matahari membawa wasiat rindu untukmu"
Dengan mekar yang kembali merekah, aku bercermin pada genangan air sisa hujan,
"Apakah warnaku tetap sama tanpa kehadirannya?"
"Akankah aku bisa mekar seperti sedia kala, saat matahari masih ada?"
2 April 2021