Sabtu, 27 April 2013
Jembatan Bioritmik
Ini kisahku...bukan kisahnya, kisahmu, atau kisah kalian. Aku adalah diriku. Diriku adalah aku. Diriku yang kini berbeda dari diriku saat itu. tapi aku, tetap aku. Satu tahun yang lalu, di tengah tahun lingkaran ku, aku memulai kisahku. Aku akan melewati jembatan. Tapi belum sampai tengah. Memijakpun belum. Aku masih merasa nyaman di posisi ini. Tapi aku ingin maju, menyebrang ke sebrang. Mungkin lebih nyaman dan aman. Baru aku akan memijak, mereka melarangku. inginku terlalu kuat. Aku ingin memasuki bioritmik baru. Hidupku adalah resikoku. Memijaklah kakiku diujungnya. Jembatan semu tak berujung. mereka mengingatkanku "hati-hati". aku percaya jembatan ini bisa mengantarku ke sebrang. Jantungku berdegup kencang, apa aku bisa? bagaimana kalau jembatan ini tiba-tiba jatuh?. Tapi apapun yang terjadi aku harus melewati jembatan ini. Hatiku berdecak kagum saat melihat kuasaNya. Tidak perduli dengan apa yang rapuh dan usang didalamnya. Aku merasa nyaman bisa berdiri disini. Aku tak perduli apapun yang terjadi nantinya, aku bersyukur bisa merasakan semua ini. Baru sejenak aku menikmatinya, aku mendengar suara retakan-retakan semu, dan tiba-tiba saja jembatan ini terlepas dari sebrang satunya. Aku hanya bisa berpegangan pada satu tali yg tidak tahu brp lama lagi dia akan memutuskan dirinya. Mereka mengingatkanku untuk tetap diam di tempat atau jika tidak aku akan terjatuh. Tapi berdiam terlalu lama pun tidak akan membuatku bisa sampai ke sebrang, aku segera memanjat jembatan agar sampai ke atas. Memang tidak mudah, dengan sabar dan perlahan-lahan aku memanjat, jika tidak seperti itu bisa saja aku jatuh tiba-tiba. Hampir saja aku terjatuh, lalu seonggok tangan menangkapku. Dia membantuku naik sehingga aku bisa sampai di atas. Dia dan yang lain telah menuntunku, diriku yang kini tahu cara untuk melewatinya, memperjuangkannya, dan hati-hati terhadap apa yang ada di sekitarnya. Belajarlah melewati Jembatan Bioritmik mu.
Langganan:
Komentar (Atom)